30 December 2010

PROTA PENGAWAS


Program Tahuanan Pengawas Tahun 2011/2012


HALAMAN PENGESAHAN



Progam Tahunan Pengawasan TK/SD,RA/MI Kecamatan Ngaringan/Wirosari Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012.
Ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan tugas kepengawasan di lingkungan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Grobogan





DISAHKAN
   Pada hari      :
   Tanggal        :     Juli  2011
 
 












Mengesahkan:
Ketua Pokjawas                                                          Pengawas TK/RA, SD/MI
Kankemenag                                                               Kec.Wirosari/Ngaringan
Kabupaten Grobogan                                                  Kabupaten Grobogan



Drs .H. Rosyidi, M.Ag                                               Drs. Largono, M. Pd.I.
NIP. 19540406 1980 03 1 003                                   NIP.1967061619995031002       
                                                                                                                       





KATA PENGANTAR


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah/madrasah. Standar kompetensi memuat seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
Ada 6 (enam) aspek kompetensi yang harus dikuasai oleh pengawas         yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial.
Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas kepengawasan perlu disusun Program Kepengawasan dalam jangka waktu satu tahun pelajaran yang selanjutnya dikenal dengan Program Tahunan yang terdiri dari kegiatan penilaian, pembinaan, dan pemantauan, terutama yang terkait dengan dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan.
Atas tersusunnya Program Tahunan Pengawas PAI TK/RA, SD/MI Kec.Wirosari/Ngaringan Kabupaten Grobogan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Grobogan, seluruh Pengawas TK/RA, SD/MI se Kabupaten Grobogan, dan pihak-pihak   yang terkait
Kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam upaya tersusunnya Program Tahunan Pengawas ini, namun demikian kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan yang terdapat dalam Program Kepengawasan ini. Untuk itu perlu kiranya masukan dan kritik dari berbagai pihak untuk kesempurnaan program kepengawasan ini di tahun tahun mendatang
.




                                                                                                           


Grobogan,    Juli 2011
Pengawas TK/RA, SD/MI





Drs. Largono, M. Pd.I.
NIP.1967061619995031002

DAFTAR ISI
           

                                                                                                                                 Hal
                                                                                                                       
HALAMAN JUDUL .........................................................................................          
HALAMAN PENGESAHAN ...........................................................................          
KATA PENGANTAR .......................................................................................          
DAFTAR ISI ......................................................................................................          
 BAB I :    PENDAHULUAN ............................................................................          
A.    Latar belakang ..............................................................................          
B.     Fokus Masalah ..............................................................................          
C.     Tujuan dan Sasaran  Pengawasan .................................................          
D.    Ruang Lingkup Pengawasan ........................................................          
BAB II :   PENDEKATAN DAN METODE ..................................................          
A.    Pendekatan ...................................................................................          
B.     Metode .........................................................................................          
BAB III : HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................
A.    Hasil Pengawasan .........................................................................
B.     Pembahasan Hasil .........................................................................
BAB IV :   PENUTUP .......................................................................................
A.    Simpulan .......................................................................................
B.     Rekomendasi ................................................................................






















BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pengawas adalah Kompetensi Supervisi Manajerial. Pengawas adalah tenaga kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang mencakup supervisi akademik dan supervisi manajerial. Supervisi akademik terkait dengan tugas pembinaan guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Supervisi manajerial terkait dengan tugas pembinaan kepala madrasah dan tenaga kependidikan lainnya dalam aspek pengelolaan dan administrasi madrasah.
Berbagai kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas Sekolah/Madrasah  meliputi:
  1. Pelaksanaan analisis kebutuhan
  2. Penyusunan program kerja pengawasan
  3. Penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja tenaga kependidikan lain (TU, Laboran, dan pustakawan).
  4. Pembinaan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan lain.
  5. Pemantauan kegiatan madrasah serta sumber daya pendidikan yang meliputi sarana belajar, prasarana pendidikan, biaya, dan lingkungan madrasah.
  6. Pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pemantauan, dan pembinaan.
  7. Evaluasi proses dan hasil pengawasan.
  8. Penyusunan laporan hasil pengawasan.
  9. Tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya.

Gambaran kegiatan-kegiatan pengawas yang dilaksanakan secara periodik dalam suatu siklus kegiatan kepengawasan adalah sebagai berikut:
      Kegiatan pengawasan diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang telah disusun, maka pelaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian, pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah/madrasah binaannya. Tahap  berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari semua sekolah/madrasah binaan. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah/madrasah adalah menetapkan tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode.

B.     Fokus Masalah
1.      Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.      Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, tentang standar nasional pendidikan
3.      Surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur negara Nomor 0322/0/1/1986 dan Nomor 38 Tahun 1986. tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional Pengawas Sekolah.
4.      Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 020/U/1998, tentang petunujk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya.
5.      Keputusan Menteri pendayagunaan aparatur negara Nomor 91/M.PAN/10/2001, tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya.
6.      Pemenpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010, tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.
7.      Keputusan Menteri Agama Nomor 381 Tahun 1999, tentang petunjuk tehnik pelaksanaan jabatan fungsional pengawas pendidikan agama Islam dan angka kreditnya
8.      Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah
9.      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006, tentang standar isi
10.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006, tentang standar kompetensi kelulusan
11.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007, tentang standar Pengawas Sekolah/madrasah
12.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007, tentang standar Kepala Sekolah/Madrasah
13.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 200, tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru
14.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007, tentang standar sarana dan prasarana
15.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007, tentang standar penilaian pendidikan
16.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, tentang standar pengelolaan
17.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007, tentang standar proses
18.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008, tentang standar kompetensi tenaga administrasi sekolah/madrasah
19.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008, tentang standar kompetensi tenaga perpustakaan sekolah/madrasah
20.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008, tentang standar kompetensi tenaga laboratorium sekolah/madrasah

C.    Visi dan Misi Pendidikan Nasional
1.    Visi
Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Sejalan dengan visi pendidikan nasional tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan mempunyai visi ”Terwujudnya masyarkat Grobogan yang taat beragama, sejahtera lahir dan batin, cerdas, berwawasan serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

2.    Misi
a.    Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia
b.    Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar
c.    Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral
d.   Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagi pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global
e.    Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatua RI.

Selaras dengan misi pendidikan nasional tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan :
1.      Meningkatkan etos pegawai
2.      Meningkatkan mutu pendidikan Islam dan keagamaan
3.      Memberdayakan lembaga keagamaan

D.    Tujuan dan Sasaran Pengawasan  
1.    Tujuan Pengawasan
a.      Sebagai acuan bagi pengawas   dalam penyusunan progam semesteran
b.      Memberikan arah yang jelas bagi kegiatan pengawasan dalam rangka pembinaan, penilaian, dan pemantauan satuan pendidikan TK/RA, SD/MI kecamatan Wirosari /Ngaringan Kabupaten Grobogan
c.      Merancang dan mengelola waktu kegiatan pengawasan untuk mencapai hasil yang diharapkan
d.     Meningkatkan pembinaan kepada satuan pendidikan (TK/RA, SD/MI) baik aspek manajerial maupun aspek akademik
e.      Mewujudkan instrumen supervisi manajerial dan akademik yang standar untuk dipergunakan secara menyeluruh disemua jenjang pendidikan baik oleh pengawas maupun Kepala Sekolah/Madrasah
f.       Melaksanakan supervisi dengan menggunakan instrumen yang telah dibakukan untuk semua sekolah/madrasah binaan
g.      Membina sekolah/madrasah secara periodik dan terencana untuk mencapai standar nasional pendidikan
h.      Melakukan pembinaan terhadap kelompok kerja guru PAI (KKG PAI), dan KKK MI dan KKG MI untuk meningkatkan profesional akademiknya melalui lesson study secara terprogam
i.        Meningkatkan implementasi terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) baik ditinjau dari subtsansinya maupun aspek legalitasnya

2.    Sasaran Pengawasan
Sasaran pengawasan adalah satuan pendidikan untuk semua jenjang mulai dari TK/RA, SD/MI di Kecamatan Wirosari dan Ngaringan Kabupaten Grobogan. Adapun sasaran operasional yang ada di masing-masing satuan pendidikan meliputi :
a.       Kepala Madrasah Ibtidaiyah dan RA (manajerial dan akademik)
b.      Pendidik (guru TK/RA, Guru PAI SD, guru MI, guru mapel MI, guru muatan lokal dan pelatih pengembangan diri. Jumlah lembaga di Kecamatan Wirosari dan Ngaringan Kabupaten Grobogan (TK 55, RA 10, SD 48, MI 2 =115 dan TK 33, RA 4, SD 38, MI 1 = 76, total 191)
c.       Tenaga kependidikan yang lain (tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, tenaga kebersihan, dan tenaga keamanan)

E.     Ruang Lingkup Pengawasan
Berdasarkan jangka waktunya atau periode kerjanya, progam pengawasan terdiri atas : (a) progam pengawasan tahunan dan (b) progam pengawasan semester. Progam pengawasan tahunan disusun dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua TK/RA, SD/MI, Kecamatan Wirosari dan Ngaringan Kabupaten Grobogan dalam kurun waktu satu tahun. Progam pengawasan semester merupakan penjabaran progam pengawasan tahunan pada masing-masing sekolah/ madrasah binaan selama satu semester. Progam pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah /madrasah binaannya masing-masing.
Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, pengawas harus mengawali kegiatannya dengan menyusun progam kerja pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Dalam konteks manajemen, progam kerja pengawasan  mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan.
Secara umum, progam pengawasan mengandung hal-hal pokok sebagai berikut :
1.      Latar belakang
2.      Tujuan pengawasan yang ingin dicapai
3.      Data atau informasi yang diperlukan
4.      Deskripsi kegiatan pengawasan yang akan dilakukan
5.      Tahapan atau rangkaian yang menunjukkan bagaimana masalah dipecahkan serta bagaimana pekerjaan diselesaikan

Berangkat dari tugas pokok pengawas RA/MI, maka ruang lingkup kegiatan dalam progam pengawasan adalah sebagai berikut :
  1. Penilaian kinerja yang kan dilakukan terehadap :
a.       Kepala Sekolah MI dan RA
b.      Pendidik (guru)
c.       Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga laboratorium, dan tenaga perpustakaan)

  1. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap :
a.       Organisasi MI/RA/madrasah dalam persiapan menghadapi akreditasi MI dan RA
b.      Kepala MI dan RA/madrasah dalam pengelolaan dan administrasi MI dan RA
c.       Guru TK/RA, MI dan guru PAI SD dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikululm yang berlaku
d.      Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, tenaga laboratorium, dan tenaga perpustakaan)
e.        Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran
f.       Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan untuk melaksanakan tugas pokok pengawasan

  1. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap :
a.       Pengelolaan dan administrasi RA dan MI
b.      Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan
c.       Lingkungan RA dan MI
d.      Pelaksanaan ujian madrasah dan ujian nasional
e.       Pelaksanaan penerimaan siswa baru
f.       Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
g.      Sarana belajar (alat peraga, laboratorium, perpustakaan) 







BAB II
PENDEKATAN DAN METODE


A.    Pendekatan
Pendekatan yang dipergunakan dalam kepengawasan antara lain :
1.      Pendekatan kolaboratif
a.       Kolaborasi dengan sesama pengawas
1)      Pemahaman terhadap regulasi sebagai pedoman operasional pelaksanaan kepengawasan
2)      Bersama-sama menyususn instrumen supervisi kepengawasan, monitoring dan evaluasi kegiatan baik akademis maupun manajerial
3)      Sosialisasi dan pembinaan terhadap KKKMI, KKG, dan pendidik di satuan pendidikan
4)       Penyusunan program kepengawasan tahunan dan semester
5)      Diskusi untuk mencari solusi apabila terjadi permasalahan yang terjadi di sekolah binaan
b.      Kolaborasi dengan Kelompol Kerja Kepala MI (KKKMI) dan Kelompol Kerja Kepala Sekolah (KKKS)
1)      Fasilitasi terhadap kegiatan kepengawasan tingkat kabupaten
2)      Penyamaan persepsi terhadap instrumen kegiatan kepengawasan
3)      Diskusi terhadap penyelenggaraan manajeman dan pembelajaran yang dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan
4)      Kegiatan pemilihan kepala sekolah/madrasah berprestasi, guru berprestasi dan terpuji serta siswa berprestasi
5)      Kegiatan tryout ujian nasional dan pelaksanaan ujian sekolah
c.       Kolaborasi dengan KKGMI  dan KKG PAI tingkat kabupaten
1)      Fasilitasi kegiatan kepengawasa bidang akademik tingkat kabupaten
2)      Implementasi pelaksanaan inovasi pembelajaran (CTL, Lesson study dll)
3)      Sosialisasi instrumen supervisi akademik
2.      Pendekatan koordinatif
a.       Koordinasi dengan Kepala Kankemenag
1)      Menyampaikan laporan periodik hasil kepengawasan
2)      Memberi masukan terkait dengan tugas kepengawasan baik manajerial dan akademik
3)      Menyampaikan laporan bila terjadi permasalahan kondisional di RA/Madrasah binaan
4)      Menerima instruksi sehubungan dengan kebijakan Kankemenag
b.      Koordinasi dengan Kasi Mapenda Islam
1)      Pembentukan kepanitiaan dalam pendidikan dasar
2)      Pelaksanaan program bidang terkait kegiatan untuk kepala sekolah/madrasah, pendidik, dan peserta didik
3)      Kegiatan pembinaan bagi KKKMI,KKGMI,KKGPAI dan IGRA
c.       Koordinasi dengan Kepala RA/MI
1)      Menyampaiakn program dan kebijakan Kankemenag
2)      Penyusunan program kerja IGRA,KKKMI,KKGPAI DAN KKGMI
3)      Pelaksanaan program IGRA,KKKMIMKKGPAI dan KKGMI
4)      Kegiatan ujian, ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas
5)      Sosialisasi instrumen supervisi manajerial dan akademik
6)      Sosialisasi dan pembekalan kegiatan akreditasi
d.      Koordinasi dengan Ketua IGRA, KKMI,KKGPAI dan KKGMI
1)      Revitasisasi IGRA,KKKMI,KKGPAI dan KKGMI
2)      Penyusnan program IGRA,KKKMI,KKGPAI dan KKGMI
3)      Penyusunan master kisi-kisi dan soal tyrout, ujian sekolah, ulangan akhir semester/ulangan kenaikan kelas.

B.     Metode
1.      Penilaian
Penilaian terhadap kinerja kepala sekolah/madrasah, pendidik, dan tenaga kependidikan dengan menggunakan instrumen supervisi yang baku. Hasilnya disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah masing-masing satuan pendidikan sebagai masukan dan bahan penyusunan program tahun berikutnya.
2.      Pembinaan
Dari hasil penilaian dalam bentuk supervisi, untuk bidang yang belum memenuhi kriteria diberikan pembinaan secara umum maupun personal demi perbaikan untuk waktu yang akan datang.
3.      Pemantauan
Pemantauan dilaksanakan bagi kegiatan-kegiatan rutin tahunan sesuai program nasional, provinsi, dan kabupaten. Hasilnya direkomendasikan kepada pihak terkait demi penyempurnaan kegiatan berikutnya.
BAB III
IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN
DALAM BIDANG PENDIDIKAN


A.    Deskripsi Hasil Pengawasan
1.      Hasil Penilaian
a.       Penilaian Kinerja Kepala MI
Penilaian terhadap kinerja Kepala MI menggunakan instrumen yang mengacu pada standar nasional pendidikan (8 standar) yang mengacu dan disesuaikan dengan instrumen akreditasi dari bahan akreditasi nasional sekolah/madrasah
b.      Penilaian Kinerja Pendidik
Penilaian terhadap kinerja pendidik menggunakan instrumen penilaian kinerja guru (IPGK) yang meliputi :
1.      IPKG-1 perencanaan pembelajaran
2.      IPKG-2 pelaksanaan pembelajaran
3.      IPKG-1 penilaian proses dan hasil belajar
4.      IPKG-1 analisis hasil penilaian
5.      IPKG-1 tindak lanjut (perbaikan dan pengayaan)

c.       Penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan
1)      Tenaga Administrasi
·         Tenaga administrasi sebagian besar MI jumlahnya belum memenuhi rasio jumlah rombongan belajar yang diisyaratkan, terutama di RA belum ada tenaga administrasi
·         Kualifikasi tenaga administrasi sebagian kecil yang telah memenuhi standar sesuai bidang tugas masing-masing
·         Pada umumnya pembagian tugas tenaga administrasi masih merangkap, artinya seorang petugas menangani lebih dari satu bidang kegiatan yang berbeda
·         Tenaga yang bertugas bidang kurikulum dan kesiswaan hasil pekerjaannya tidak memenuhi target
·         Tenaga administrasi yang berstatus pegawai negeri sipil sangat minimal
·         Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga administrasi

2)      Tenaga Perpustakaan
·         Belum ada tenaga perpustakaan yang berlatar belakang pendidikan pustakawan
·         Umumnya tenaga wiyata bhakti (honorer) yang tidak kompeten di bidangnya
·         Sebagian besar belum pernah mengikuti diklat khusus perpustakaan
·         Administrasi dan manajemen belum sesuai dengan standar perpustakaann
·         Masih banyak dirangkap oleh tenaga administrasi sehingga tidak melaksanakan tugas secara penuh (full time)
·         Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga perpustakaan

3)      Tenaga Laboratorium
·         Belum ada tenaga laboratorium yang berlatar belakang pendidikan laborat
·         Umumnya tenaga wiyata bhakti (honorer) yang tidak kompeten di bidangnya
·         Sebagian besar belum pernah mengikuti diklat khusus laboratorium
·         Admnistrasi dan manajemen belum sesuai dengan standar laboratorium
·         Masih banyak dirangkap oleh tenaga administrasi sehingga tidak melaksanakan tugas secara penuh (full time)
·         Sangat jarang ada penerimaan CPNS untuk tenaga laboratorium
·         Umumnya penanggung jawab sekaligus tenaga laboratorium dirangkap oleh guru mata pelajaran

2.      Hasil Pembinaan
a.      Pembinaan Organisasi RA dan MI
1)      Struktur organisasi disetiap satuan pendidikan secara umum sudah benar, ada perbedaan pada organ-organnya yang sifatnya menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
2)      Khusus untuk TK/RA/MI swasta terjadi perbedaan, dimana pengelola pendidikan ada pada yayasan. Untuk yayasan ada yang bersifat nasional ada yang bersifat kedaerahan
b.      Pembinaan Manajemen Madrasah
1)      Secara umum manajemen madrasah telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
2)      Teknik pengelolaan masing-masing disesuaikan dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki dengan mengacu pada manajemen berbasis madrasah (MBM)
3)      Beberapa sekolah dalam pengelolaannya masih belum komprehensip dalam arti beluim secara efektif memberdayakan/melibatkan komite sekolah, orang tua, pendidik dan tenaga kependidikan, dan peserta didik mulai penyusunan progam, pelaksanaan progam sampai evaluasi hasil kegiatan

c.       Pembinaan Proses Pembelajaran
1)      Pada umumnya proses pembelajaran telah dilaksanakan untuk disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik peraturan pemerintah No 19 tentang standar nasional pendidikan (SNP) Tahun 2005 dan Permendiknas RI yang mengatur pelaksanaan PP NO 19 Tahun 2005 tersebut
2)      Prosese pembelajaran sebagai implementasi dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), memang masih banyak kekurangan dan kelemahan, sebab dalam pelaksanaan KTSP memerlukan perubahan pola sikap dan perilaku pendidik dan tenaga kependidikan untuk bersikap kreatif, inovatif, inisiatif, dan mandiri
3)      Untuk membangkitkan sikap pendidik dan tenaga kependidikan yang kreatif, inovatif, inisiatif, dan mandiri membutuhkan waktu, oleh sebab itu secara bertahap dan terus menerus kita dorong melalui berbagai tehnik pembinaan baik secara individual maupun kelompok(IGRA, IGTKI, KKG MI dan KKG PAI SD)
4)      Belum standarnya sarana dan prasarana belajar menjadi kendala dan alasan sehingga pelaksanaan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) belum sepenuhnya dapat diwujudkan
5)      Ketrampilan pendidik dalam memilih/menentukan strategi dan metode pembelajaran rata-rata masih lemah. Hal ini disebabkan oleh motivasi yang masih rendah. Sehingga perlu terus disupervisi, dibina dan dievaluasi secara berkelanjutan baik oleh Kepala RA dan MI maupun pengawas sendiri

d.      Pembinaan Administrasi Kantor, Perpustakaan dan Laboratorium
1)      Administrasi Kantor
1.      Secara umum telah dikerjakan dan dilaksanakan sesuai pedoman yang berlaku
2.      Bidang kearsipan dokumen masih perlu terus ditingkatkan, baik pengelolaan surat-surat maupun penyimpanan dokumentasi
3.      Tenaga yang menangani kesiswaan khususnya buku induk siswa harus kompeten, sebab masih banyak yang pengisiannya tidak lengkap
4.      Inventarisasi barang/kekayaan RA/Madrasah belum memadai

2)      Perpustakaan
a.       Penyusunan saran dan bahan pustaka sesuai ketentuan dan prasarana yang tersedia
b.      Katalogisasi
c.       Teknik pemberian label pada setiap bahan pustaka sesuai panduan
d.      Manajemen dan administrasi perpustakaan
e.       Buku induk dan inventarisasi bahan pustaka

3)      Laboratorium
1.      Penataan ruang dan aransi ruang laboratorium
2.      Penataan sarana, alat dan bahan praktik
3.      Administrasi dan inventarisasi sarana, alat, dan bahan praktik
4.      Dokumentasi dan penyimpanan hasil kegiatan praktik
5.      Buku induk alat dan bahan praktik

e.       Pembinaan Inovasi Pembelajaran
1.      Pembinaan secara individual maupun kelompok (IGRA, IGTKI, KKG MI, KKG PAI SD)
2.      Memberi pelatihan khusus tentang pemilihan strategi dan metode pembelajaran inofatif
3.      Supervisi dan pembinaan proses pembelajaran di kelas
4.      Mendorong KKK MI dan KKG PAI untuk melaksanakan kegiatan lesson stady secara berkelanjutan

f.        Pembinaan terhadap Pengawas Jenjang di Bawahnya
1)      Melaksanakan koordinasi dan diskusi dengan pengawas jenjang di bawahnya
2)      Melaksanakan sosialisasi dan workshop terhadap tugas pokok kepengawasan
3)      Bersama-sama menyusun progam tahunan dan semester setiap awal tahun pelajaran, serta evaluasi progam pada akhir tahun pelajaran

3.      Hasil Pemantauan
a.      Pemantauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
1.      Pelaksanaan PPDB telah dilaksanakan sesuai ketentuan dari Kemendiknas, Kementerian Agama
2.      Daya tampung dalam satu rombongan belajar belum mengacu standar nasional pendidikan dengan jumlah maksimal 28 siswa/rombongan belajar, tetapi masih diperkenankan 35 siswa/rombel.
3.      Pola seleksi untuk masuk ke SD dan MI hanya memperhitungkan usia (umur)

b.      Pemantauan Administrasi RA dan MI
1)      Administrasi RA dan MI telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku
2)      Administrasi kurikulum masih perlu pembinaan dan penyempurnaan (KTSP, silabus, KKM, RPP, dan instrumen pendukung)
3)      Administrasi sarana dan prasarana, perlu ditingkatkan pengelolaan administrasi dan kearsipan inventaris dan perawatan barang inventaris
4)      Administrasi kerjasama dan hubungan dengan masyarakat, umumnya masih lemah pada administrasi dan kearsipan dokumen seperti agenda surat masuk/keluar, notulen kegiatan, rekaman kegiatan (dokumentasi)
5)      Administrasi perkantoran, jumlah tenaga administrasi umumnya kurang dan kompetensinya tidak sesuai dengan bidang tugasnya, masih banyak tugas rangkap sehingga hasilnya tidak optimal

c.       Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan
1)      Standar isi, semua telah melaksanakan KTSP tetapi penyusunan dan pengadaan dokumen KTSP belum sesuai target waktu, substansinya perlu dikembangkan, dan legalitas/pengesahan dokumen sudah mencapai 100%
2)      Standar proses, proses PAIKEM perlu terus ditingkatkan pelaksanaannya sebab ternyata masih banyak pendidikan (guru MI dan guru PAI SD) yang terkondisi dengan pola pembelajaran lama (ceramah)
3)      Standar kompetensi lulusan, kajian dan analisis terhadap SKL (Permendiknas RI NO 23 Tahun 2006) perlu terus ditingkatkan, terbukti walau presentase lulusan sudah baik tetapi prestasi nilai ada yang masih rendah.
4)      Standar pendidik dan tenaga kependidikan, sebagian besar pendidik belum memenuhi kualifikasi S1, mengajar belum sesuai dengan spesifikasi pendidik banyak yang tidak memenuhi jumlah mengajar 24 jam. Untuk sekolah/madrasah swasta memang masih banyak yang belum memenuhi
5)      Standar sarana dan prasana, secara umum belummemenuhi standar, sementara sumbangan pengembangan dari orang tua/wali sangat minimal.
6)      Standar pengelolaan, sesuai konsep manajemen peningkatan mutu berbasis madrasah telah terjadi pengembangan yang cukup signifikan, walaupun masih perlu ada kesamaan pemahaman dan persepsi terhadap konsep MBM
7)      Standar Pembiayaan, dengan adanya BOS sebenarnya cukup untuk membiayai kegiatan operasional, tetapi karena alokasi penggunaan dana dibatasi hanya kegiatan tertentu akibatnya kegiatan yang bersifat pengembangan oleh satuan satuan pendidikan tidak bisa dibiayai.terpaksa banyak yang meniadakan/menghetikan kegiatan tersebut. Sementara sumbangan pengembangan dari orang tua/wali siswa minimal
8)      Standar Penilaian Pendidikan, sistem penilain yang dilaksanakan oleh pendidik secara tehnis telah memenuhi ketentuan, tetapi secra operasional belum memenuhi pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi terutama dalam mencapai ketuntasan belajar. Nilai hasil belajar sebagai simbol penguasaan kompetensi belum valid dan akuntabel, akibatnya pada tahapan ujian nasional hasilnya belum memuaskan
d.      Pemantauan Lingkungan RA/Madrasah
1)      Secara umum pengelolaan lingkungan RA/Madrasah telah dilaksanakan sesuai sumber daya yang ada, namun masih ada beberapa satuan pendidikan yang masih perlu ditingkatkan terutama komitmen stakeholder yang bertanggung jawab terhadap bidang tersebut
2)      Banyak satuan pendidikan yang kepemilikan lahan tidak memenuhi standar, hal ini menjadi kendala dalam pengelolaan lingkungan hidup
3)      Kerjasama dengan komite Sekolah/Madrasah dan masyarakat umumnya sudah cukup baik

e.       Pemantauan Ulangan Tengah Semester(UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS) Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)
1)      Ulangan tengah semester umumnya hanya dilaksanakan satu kali tiap semester
2)      Pengadaan, penggandaan soal, pengawasan, dan koreksi dilakukan oleh satuan pendidikan
3)      Umumnya belum melkasanakan progam perbaiakan dan pengayaan dari hasil ulangan tengah semester
4)      Hasil  ulangan tengah semester telah dilaporkan kepada orang tua wali siswa dalam bentuk laoparan hasil ulangan tengah semester, namun KKM yang dicantumkan masih menggunakan KKM semester, mestinya KKM tengah semester
5)      Hasil UAS dan UKK dilaksanakan dan dikelola oleh satuan pendidikan, namun umumnya belum melaksanakan progam perbaikan dan pengayaan, sehingga kalau nilai UAS/UKK tidak mencapai KKM akan berpengaruh terhadap validitas nilai akhir yang dimasukkan dalam LHB (rapor)

f.        Pemantauan Kegiatan Muatan Lokal
1)      Sesuai Keputusan Kepala kantor wilayah Departemen Agama semua MI melaksanakan muatan lokal wajib bahasa jawa dan bahasa inggris, namun guru bahasa jawa dan bahasa inggris banyak yang tidak memenuhi kualifikasi akademik
2)      Muatan lokal lain di Kabupaten Demak khususnya di MI dan SD umumnya berupa baca tulis Al Qur’an (BTQ)

g.      Pemantauan Kegiatan Pengembangan diri (ekstrakurikuler)
1)      Pengembangan diri yang dipilih oleh masing-masing satuan pendidikan bervariasi (IPTEK, olah raga, kesenian, ketrampilan lain)
2)      Persepsi pengembangan diri masih dianggap sama dengan ekstrakurikuler pada kurikulum sebellumnya (kurikulum 1994)
3)      Karena pengembangan diri termasuk komponen kurikulum maka pengelolaannya juga harus sama dengan komponen yang lain (mata pelajaran dan muatan lokal) dalam hal ini masih belum demikian

h.      Pemantauan Pemberdayaan Sarana dan Prasarana
1)      Pemberdayaan sarana dan prasarana pendukung umumnya sudah cukup efektif dan efisien
2)      Pemberdayaan sarana dan prasarana pembelajaran masih belum optimal, motivasi pendidik dalam pemberdayaan sarana pembelajaran perlu ditingkatkan

i.        Pemantauan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah/Madrasah
1)      Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.Madrasah telah dilaksanakan sesuai permendiknas RI dan prosedur operasi (POS) dari BSNP
2)      Sebelum ujian dilaksanakan semua satuan pendidikan telah mempersiapkan kompetensi peserta ujian dengan jalan memberikan uji coba (tryout) beberapa kali sesuai kemampuan masing-masing satuan pendidikan
3)      Kepala Kantor Departemen Agama telah memfalitasi keguatan tryout untuk Madrasah Ibtidaiyah

B.     Masalah Dalam Pengawasan
1.      Hasil Penilaian
a.       Mengingat instrumen penilaian kinerja baik manajerial maupun akademik baru saja dibakukan (untuk sementara), sehingga sosialisasinya belum optimal akibatnya masih banyak satuan pendidikan yang belum melaksanakan supervisi.
b.      Jumlah satuan pendidikan binaan rata-rata pengawas RA/Madrasah  TK/RA, SD/MI cukup banyak (25-30)
c.       Fasilitas mobilitas dan transportasi untuk pengawas PAI sangat minimal sehingga tupoksi pengawas tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya
d.      Hasil penilaian secara umum cukup baik tetapi masih banyak yang belum memenuhi satandar nasional pendidikan

2.      Hasil Pembinaan
a.       Karena fasilitas untuk pengawas PAI  dari Kankemenag sangat kurang maka frekuensi pembinaan tidak memenuhi target dan belum optimal
b.      Pembinaan secara kelompok lewat IGRA (RA), IGTKI (TK), KKMI (MI) KKG PAI (SD) KKG MI (Guru MI) sangat tergantung pada kegiatan lembaga tersebut, pengawas sifatnya ikut memenfaatkan kegiatan mereka
c.       Intensitas dan frekuensi pembinaan masih rendah akibatnya hasilnya belum optimal

3.      Hasil Pemantauan
a.       Terbatasnya fasilitas yang diberikan pengawas RA/MI pemantauan tidak memenuhi target sasaran
b.      Data/rekaman hasil pemantauan belum dapat menggambarkan/mewakili kondisi yang sebenarnya karena jumlah sampling yang terekam datanya tidak memenuhi jumlah satuan pendidikan
c.       Informasi yang diperoleh kurang akurat dan kurang valid, hal ini akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat

C.    Kebijakan dalam Bidang Pendidikan
1.      Mengacu pada tiga pilar kebijakan pendidikan nasional, yaitu :
a.       Pemerataan dan perluasan aksese pendidikan
b.      Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan
c.       Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik pendidikan

2.      Pemerataan dan perluasan akses pendidikan
a.       Pendanaan biaya operasional wajar Dikdas 9 Tahun
b.      Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan wajar
c.       Rekuitmen pendidik dan tenaga kependidikan
d.      Perluasan akses pendidikan wajar pada jalur non formal
e.       Perluasan akses pendidikan keaksaraan bagi penduduk usia < 15 Tahun

3.      Peningkatan mutu, relevasi, daya saing keluaran pendidikan
a.       Meningkatkan jumlah dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan serta kesejahteraan yang belum memadai baik secra kuantitas maupun kualitas
b.      Melengkapi prasarana dan sarana belajar yang terbatas dan meningkatkan pendayagunaan secara optimal
c.       Mengupayakan penyediaan dana pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran sesuai kemampuan daerah
d.      Meningkatkan proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif

4.      Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan penciptaan publik pendidikan
a.       Menyempurnakan sistem dan struktur organisasi sesuai konsep desentralisasi yang tercermin dalam struktur organisasi dan tata kerja (SOTK)
b.      Mengupayakan tersedianya sistem informasi manajemen yang sistematis dengan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga memiliki data yang akurat pada berbagai tingkatan, jenis, dan jenjang pendidikan.
c.       Meningkatkan sistem pengawasan RA/MI terhadap berbagai progam dan kegiatan yang terkait dengan upaya pemerataan dan perluasan akses serta peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.


















               


DESKRIPSI PROGAM PENGAWASAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

No
Progam dan Rincian Tugas
Sasaran /
Tujuan Supervisi
Kegiatan yang dilakukan
Hasil yang akan diperoleh
Metode /
Teknik Supervisi
Indikator keberhasilan
Jadwal kerja
I
PROGAM PEMBINAAN






A
Supervisi Manajerial







1.     Pembinaan Standar Isi :
Penyusunan dan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
KTSP yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenag
a.   Sosialisasi Tentang KTSP
b.   Rapat Koordinasi dengan tim penyusun KTSP
c.    Memantau penyusunan KTSP
d.   Verivikasi draf KTSP
e.    Fasilitas pengesahan KTSP
Tersusunnya dokumen KTSP yang sesuai kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan
Supervisi standar isi menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada standar isi (instrumen standar 1)
Tersusun dokumen KTSP yang telah disahkan oleh kepala dinas pendidikan
Juni-Juli

2. Pembinaan Standar Saran dan Prasarana : Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Strategis (RIPS) dan Pengadaan Sarana Prasarana
Rencana Induk Pengembangan Strategis (RIPS)
a.   Koordinasi dengan pendidik dan tenaga kependidikan, komite Sekolah/penyelenggara lembaga pendidikan (Inventaris Kebutuhan)
b.   Penyusunan draf pengembangan dan pengadaan sarpras
c.    Finalisasi RIPS dan pengesahan
Tersusunnya RIPS untuk jangka menengah dan pendek sebagai bagian dari RIPS jangka panjang yang telah ada
Supervisi standar sarana prasarana menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada standar sarana prasarana (instrumen standar 5)
Tersusun rencana induk pengembangan strategis jangka menengah dan jangka pendek
Juli-Agustus

3. Pembinaan Standar Pengelolaan : Penyusunan Rencana Kerja Madrasah (RKM)
Rencana Kerja Madrasah (RKM) atau Progam Jangka Pendek (4Tahunan)
a.   Koordinasi dengan kepala madrasah tenaga kependidikan terkait, dan komite madrasah/penyelenggara lembaga pendidikan
b.   Penyusunan draf RKM
c.    Finalisasi RKM dan pengesahan
Tersusunnya Rencana Kerja Madrasah (progam 4 tahunan) yang sesuai dengan sumber daya dan kebutuhan tahun pelajaran yang sedang berjalan
Supervisi standar pengelolaan menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada standar pengelolaan (instrumen standar 6)
Tersusun RKM
Juli-Agustus

4. Pembinaan Standar Pembiayaan : Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM ) 1Tahun Pelajaran.
RKT dan RKAM( 1 Tahun Pelajaran).
a.   Koordinasi dengan kepala madrasah, bendaharawan, dan tenaga kependidikan yang terkait dengan pembiayaan
b.   Penyusunan draf  RKT dan RKAM
c.    Pengesahan RKT dan RKAM
d.   Revisi RKT dan RKAM
e.    Pleno dengan orang tua siswa dan donator pendidikan
f.    Finalisasi RKT dan RKAM


Tersusunnya RKT dan RKAM tiap tahun pelajaran  sesuai skala prioritas dan kebutuhan madrasah serta dana yang tersedia pada tahum pelajaran yang sedang berjalan
Supervisi standar pembiayaan menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada stndar pembiayaan (instrumen standar 7)
Tersusun anggaran pendapatan dan belanja madrasah yang telah disahkan Kandepag
Juli-Agustus
No
Progam dan Rincian Tugas
Sasaran /
Tujuan Supervisi
Kegiatan yang dilakukan
Hasil yang akan diperoleh
Metode /
Teknik Supervisi
Indikator keberhasilan
Jadwal kerja
I
PROGAM PEMBINAAN






B
Supervisi Akademik







1. Pembinaan standar proses penyusunan dan pengembangan silabus, KKM, RPP, progam tahunan, progam semester
Pendidik dan tenaga kependidikan (tenaga perpustakaan dan laboratorium)
a.   Sosialisasi, koordinasi, dan pembinaan
b.   Workshop dan tugas mandiri penyusunan perangkat pembelajaran
c.    Pengesahan oleh Kepala MI
Tersusunnya silabus, KKM, RPP, progam tahunan, dan progam semester
Supervisi standar proses menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada standar proses yang meliputi IPKG-1,IPKG-2,IPKG-3,IPKG-4,dan IPKG-5 (tupoksi guru)
Terwujudnya kegiatan pembelajaran yang aktif,inovatif,kreatif,efektif,dan menyenangkan
Juni-Juli

2. Pembinaan Standar kompetensi lulusan : penyusunan rencana strategis dalam meningkatkan pencapaian hasil ujian (kelulusan)
Lulusan dengan presentase dan kualitas yang tinggi
a.   Koordinasi dan pembinaan
b.   Penetapan standar/kriteria kelulusan
c.    Pengesahan kriteria kelulusan ujian sekolah dan ujian nasional
a.   Tersusunnya hasil telaah SKL, dalam bentuk kisi-kisi UN dan UM
b.   Terwujudnya kriteria kelulusan ujian sekolah dan ujian semester
Supervisi standar kompetensi kelulusan menggunakan instrumen yang mengacu pada standar proses (instrumen standar 2)
Menghasilkan lulusan dengan presentase dan nilai rata-rata yang tinggi
Juli-Agustus

3. Pembinaan Standar pendidik dan tenaga kependidikan : Penyusunan intrumen supervisi dan pelaksanaan supervisi
Pendidik dan tenaga kependidikan yang professional
a.   Koordinasi dan pembinaan
b.   Bimbingan teknisterhadap tupoksi pendidik dan tenaga kependidikan
c.    Bimbingan teknis pengembangan profesi guru (PTK)
d.   Bimbingan teknis khusus tenaga kependidikan (administrasi, perpustakaan, laboratorium)
a.   Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang kompeten
b.   Terwujudnya kualifikasi guru sesuai bidang tugasnya
Supervisi standar pendidik dan tenaga kependidikan menggunakan instrumen yang mengacu pada standar pendidik dan tenaga kependidikan (instrumen standar 4)
Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang kompetan dan professional
Juli-Agustus

4. Pembinaan Standar penilaian pendidikan : Penyusunan instrumen penilaian dan supervisi penilaian hasil belajar
Sistem penilaian yang valid, obyektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, acuan criteria, dan akuntabel
a.   Koordinasi dan pembinaan
b.   Bimbingan teknis pengembangan system penilaian
c.    Workshop penyusunan instrumen penilaian, analisis, dan tindak lanjut




Tersusunnya instrumen penilaian, analisis hasil penilaian, dan tindak lanjut (perbaikan dan pengayaan)
Supervisi standar penilaian menggunakan instrumen supervisi yang mengacu pada standar penilaian pendidikan (instrumen standar 8)



Tercapainya penilaian hasil belajar dgn tingkat ketuntasan yg tinggi presentase kenaikan, dan hasil kelulusan
Agustus-September
No
Progam dan Rincian Tugas
Sasaran /
Tujuan Supervisi
Kegiatan yang dilakukan
Hasil yang akan diperoleh
Metode /
Teknik Supervisi
Indikator keberhasilan
Jadwal kerja
I
PROGAM PEMBINAAN






II
PROGAM PENILAIAN







1. Kepala RA/MI
Manajemen Kepala RA, MI
Melaksanakan supervisi manajerial
Terwujudnya manajeman yang sistematis, transparan, dan akuntabel
Supervisi manajemen Kepala Sekolah menggunakan instrumen manajerial
Terwujud sistem pengelolaan yang tertib, sistematis, transparan & Akuntabel. Iklim sekolah yang aman dan penuh kekeluargaan
November

2. Pendidik (RA, TK, SD ,MI)
Togas pokok dan fungsi pendidik
Melaksanakan supervisi akademik
Nilai kerja pendidik
Supervisi kinerja guru menggunakan instrumen penilaian kinerja guru (IPKG)
Nilai kinerja guru 90% minimal baik
Desember

3. Tenaga kependidikan
Togas pokok dan fungsi tenaga kependidikan
Melaksanakan supervisi akademik
Nilai kerja tenaga kependidikan
Supervisi kinerja tenaga kependidikan menggunakam instrumen penilaian Kinerja Tendik (IPKT)
Nilai kinerja Tendik minimal 90%
Januari
III
PROGAM PEMANTAUAN







1. Administrasi Sekolah
Administrasi Kepala RA/MI kurikulum kesiswaan, sarpras, hubungan masyarakat, dan perkantoran
Memantau dan verivikasi administrasi kepala RA/MI, kurikulum, kesiswaan, sapras, hubungan masyarakat dan perkantoran
Administrasi yang tertib, benar, dan sistematis, dan lengkap
Pemeriksaan fisik dan dokumentasi
90% admin terlaksana dengan tertib dan benar
Maret

2. Standar Nasional Pendidikan
Standar isi, standar proses, SKL, pendidik dan tendik, sapras, standar pengelolaan, pembiayaan,dan penilaian
Memantau pelaksanaan pencapaian standar nasional pendidikan dan memeriksa dokumennya, dapat diintegrasikan dengan kegiatan penilaian pembinaan
Tercapainya standar nasional pendidikan (8 standar)
Pemeriksaan fisik dan dokumentasi
Minimal 3 dari 8 standar memenuhi standar nasional pendidikan
April

3. Ulangan Tengah Semester (UTS)
Ulangan tengah semester 1 dan 2
Monitoring pelaksanaan ulangan tengah semester
Terlaksana UTS yang tertib, aman dan lancar
Menggunakan instrumen monitoring
Mencapai ketuntasan UTS klasikal  minimal
Oktober













No
Progam dan Rincian Tugas
Sasaran /
Tujuan Supervisi
Kegiatan yang dilakukan
Hasil yang akan diperoleh
Metode /
Teknik Supervisi
Indikator keberhasilan
Jadwal kerja
I
PROGAM PEMBINAAN















4. UAS dan UKK
KTSP yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenag
Monitoring pelaksanaan UAS dan UKK
Terlaksanan UAS dan UKK yang tertib, aman dan lancar
Menggunakan instrumen monitoring
Mencapai ketuntasan UAS dan UKK klasikal minimal 85%
Desember dan Mei

5. Lingkungan Sekolah dan Madrasah
Rencana Induk Pengembangan Strategis (RIPS)
Memantau pelaksanaan dan memeriksa dokumen
Tercipta lingkungan Sekolah yang memenuhi 7K
Menggunakan instrumen monitoring
Kondisi sekolah yang memenuhi 7K
Februari-maret

6. UASBN dan UAM
Pelaksanaan UASBN dan UAM
Monitoring UASBN dan UAM
Terlaksana UASBN dan UAM yang tertib aman dan lancar
Menggunakan instrumen monitoring
Mencapai persentase kurikulum minimal 95% dengan nilai rata-rata Kabupaten
April-Mei

7. Penerimaan peserta didik baru (PPDB)
Pelaksanaan PPDB
Monitoring pelaksanaan PPDB


Terlaksananya PPDB sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menggunakan instrumen monitoring
Tersusun anggaran pendapatan dan belanja madrasah yang telah disahkan Kandepag
Juni-Juli

8. Pengembangan Diri (ekstrakurikuler)
Pelaksanaan kegiatan pengembangan diri
Monitoring dan supervisi pelaksanaan progam pengembangan diri
Terlaksana kegiatan pengembangan diri yang tertib, lancer sesuai bakat dan minat
Menggunakan instrumen monitoring
Memperoleh siswa yang kompeten sesuai minat dan bakatnya
Agustus-Mei

9. Sarana dan Prasarana
Pengadaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana
Monitoring dan supervisi pengadaan dan pemberdayaan sarana dan prasarana
Terwujud sarana dan prasarana sesuai standar nasional pendidikan dan pemberdayaan yang optimal
Menggunakan instrumen monitoring
Minimal 75% kebutuhan sarana dan prasarana
Oktober











JADWAL PROGAM TAHUNAN PENGAWAS SEKOLAH

No
Materi Kegiatan
Sasaran
Target yang diharapkan
Juli
Agust
Sept
Okt
nov
Des
Jan
Feb
mrt
apr
Mei
Juni
1
Menyusun progam tahunan tahun pelajaran 2008/2009
Mengadakan diskusi dengan sesame pengawas, menganalisis laporan evaluasi hasil pengawasan tahun lalu
Tersusunnya progam tahunan tahun pelajaran 2008/2009


X


X










2
Monitoring dan pembinaan siswa baru
Pedoman penerimaan siswa baru
Tersususnnya progam semester yang komprehensif


X










3
Supervisi profil sekolah awal tahun pelajaran dalam tugas pengawas pembinan
Mengetahui secara obyektif kondisis\ akademik dan non akademik awal tahun pelajaran di sekolah binaan
Dapat diketahui kondisi awal setiap sekolah untuk menentukan strategi pelaksanaan pembinaan




X










4
Supervisi rapat kerja kegiatan awal tahun dalam penyusunan RKM,RKT,RKAM, dan KTSP
Pembagian tugas guru mata pelajaran konsolidasi progam Madrasah
Tersusunnya RKM,RKT.RKAM dan KTSP tepat waktu


X











5
Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar dan kemampuan guru
Kunjungan observasi KKGMI-KKG PAI SD Kec. Wedung
SD dan MI se Kec Wedung




X



X



X



X




X



X



X



X



X



X
6
Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan/PBM di lingkungan Sekolah/Madrasah yang berpengaruh terhadap hasil
Observasi monitoring wawancara daftar isian
Tersedianya data sumber daya pendidikan, proses belajar mengajar dan lingkungan Sekolah/Madrasah






X






X






X






X
7
Melaksanakan analisis komprehensip hasil belajar/bimbingan siswa dengan cara memperhitungkan beberapa faktor sumber daya pendidikan, kemampuan guru dan hasil belajar
Studi dokumen, menganalisis data hasil belajar/bimbingan siswa mengolah dan menyimpulkan
Termasuk data hasil belajar/bimbingan siswa untuk SD,MI se Kecamatan Wedung Kabupaten Demak









X









X
No
Materi Kegiatan
Sasaran
Target yang diharapkan
Juli
Agust
Sept
Okt
nov
Des
Jan
Feb
mrt
apr
Mei
juni
8
Melaksanakan pembinaan guru dan tenaga lainnya di sekolah tentang pelaksanaan KBM
Kunjungan kelas rapat guru/KKG diskusi
Kompetensi guru meningkat keadaan guru lebih baik




X




X




X




X
9
Memberikan contoh pelaksanaan tugas guru dalam mangajar(CTL)
Kunjungan kelas temu wicara dengan guru yang bersangkutan rapat guru/mgmp
Kompetensi dan kesadaran guru yang telah meningkat



X


X


X


X


X


X


X


X



10
Memberikan saran kepada lembaga terkait untuk meningkatkan kemampuan professional guru
Merumuskan saran-saran berdasarkan hasil pengawasan
Adanya paradigma baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X
11
Membina pelaksanaan dan pemeliharaan lingkungan sekolah/madrasah
Mengarahkan tentang fungsi dan peran lingkungan dan saran
Lingkungan nyaman, indah dan tenang untuk belajar


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X
12
Menyusun laporan hasil pengawasan sekolah per sekolah/madrasah
Menganalisis daftar isian dan catatan hasil pengawasan masing-masing Sekolah/ Madrasah
Tersusunnya laporan hasil pengawas Sekolah/Madrasah













X
13
Melaksanakan evaluasi hasil pengawasan seluruh Sekolah /Madrasah
Menganalisis daftar isian dan catatan hasil pengawasan seluruh Sekolah/Madarasah
Tersusunnya sebuah laporan evaluasi pengawasan







X







X
14
Pembinaan pelaksanaan Sekolah/Madrasah
Rapat K3S monitoring manajemen Sekolah/Madrasah
Manajemen sekolah lebih baik lagi (pelaksanaan MBM)

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X

X
15
Memantau dan membimbing pelaksanaan PPDB
Monitoring/supervisi pendataan
Penerimaan siswa baru sesuai aturan/kena sasaran

X











16
Memantau dan membimbing UASBN dan UAM
Monitoring, supervisi pendataan
Aman tertib tercapai target yang ditentukan




X








17
Memberikan saran penyelesaian kasus khusus di Sekolah/ Madrasah

Diskusi kunjungan khusus
Mengatasi yang bermasalah


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X
No
Materi Kegiatan
Sasaran
Target yang diharapkan
Juli
Agust
Sept
Okt
nov
Des
Jan
Feb
mrt
apr
Mei
juni
18
Memberikan bahan penilaian dalam rangka akreditasi RA/MI
Monitoring pembinaan dan simulasi
RA dan MI yang ditunjuk untuk akreditasi



X


X


X


X


X


X


X


X


X


X


X
19
Melaksanakan evaluasi hasil pengawasan per mata pelajaran dari seluruh Sekolah/Madrasah
Menyusun dan menganalisis catatan hasil pengawasan rumpun mata pelajaran
Tersusunnya laporan hasil pengawasan per mata pelajaran dari seluruh Sekolah/Madrasah













X

Mengetahui:
Ketua Pokjawas
            Kankemenag Grobogan



Drs.H.Rosyidi, M.Ag.
NIP. 195419540406 1980 03 1 003
Pengawas  TK/RA, SD/MI
Kec. Wirosari Kab. Grobogan




Drs. Largono, M. Pd.I.
NIP. 196706161995031002

BAB IV
PENUTUP

A.    Simpulan
Kegiatan kepengawasan  yang dituangkan dalam Progam Kepengawasan  Tahunan yang menjadi pedoman pelaksanaan tugas pengawas telah sesuai dengan Permendikans RI Nomor 12 Tahun 2007, tentang standar kompetensi pengawas  
1.      Progam kepengawasan tahunan ini masih dalam bentuk umum sehingga dalam pelaksanaanya masih perlu dilengkapi dengan instrumen-instrumen yang lebih operasional sesuai dengan jenis dan karakteristik sasaram kepengawasan
2.      Dalam pelaksanaan progam ini masih dimungkinkan terjadi ketidak sesuaian dengan jadwal waktu, sehingga masih perlu penyesuaian lebih lanjut
3.      Dengan jumlah TK/RA, SD/MI binaan yang cukup banyak (84 TK.RA, 89 SD/MI/) sehingga pelaksanaan kegiatan kepengawasan frekuensi dan intensitasnya mungkin masih belum optimal
4.      Untuk mensukseskan progam kepengawasan secara umum dapat memanfaatkan forum IGRA, IGTKI, KKGMI, KKG PAI SD, KKMI sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing

B.     Saran-saran
1.      Untuk menyusun progam tahunan diperlukan rapat kerja yang diikuti secara aktif seluruh Pengawas TK/RA, Sekolah/Madrasah se Kabupaten
2.      Koordinator pengawas agar secara aktif, berkala, dan berkesinambungan mengagendakan kegiatan rapat koordinasi untuk mengetahui sejauh mana progam tahunan telah dilaksanakan, dan mendiskusikan kendala-kendala yang mungkin terjadi di sekolah binaan masing-masing
3.      Kepala Kankemenag   hendaknya memfasilitasi kegiatan penyusunan progam tahunan dan kemudian melakukan evaluasi hasil pelaksanaan progam tersebut untuk bahan perencanaan tingkat Kabupaten tahun berikutnya
4.      Progam kepengawasan hendaknya dimasukkan dalam progam induk Kankemenag Kabupaten Grobogan sehingga semua komponen berfungsi sesuai tupoksi masing-masing, yang akhirnya pencapaian visi dan misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dicapai.
Post a Comment